EEP SAEFULLOH FATAH
Berita menggembirakan menghampiri hari-hari politik kita yang kering pekan lalu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima anugerah sebagai komunikator politik paling unggul se-Asia Pasifik dari The Public Affairs Asia yang diserahkan di Hongkong. Hadiah diberikan lantaran kepiawaian komunikasi politik Yudhoyono sehingga antara lain sukses mendulang dukungan pemilih dalam Pemilu 2009.
Saya bersyukur, Yudhoyono beroleh apresiasi dari internasional. Namun, saya melengkapi syukur itu dengan kesadaran sukses dukungan politik tak statis, tetapi dinamis.
Selepas pemilu, pemerintahan Yudhoyono- Boediono mengalami degradasi dukungan. Selain terefleksikan dari hasil survei, gejala degradasi ini saya temukan di berbagai forum yang saya ikuti di sejumlah daerah. Banyak orang mengaku salah pilih. Walhasil, selepas penganugerahan itu berbagai kalangan dalam negeri beramai-ramai mempertanyakan validitas penilaian The Public Affairs Asia. Read the rest of this post »




