Demokrater Minus K

kartunberas1
Dulu sewaktu Indonesia dilanda Krisis Ekonomi (1998), tesis yang muncul ditengah2 masyarakat, yg digembor2kan aktivis Pro Demokrasi dan para Pakar ( Pokoke Asal Komentar) Politik ,Pakar Ekonomi, adalah : Indonesia runtuh ekonominya karena Negara dikelola secara otoriter , tertutup dan tidak demokratis . Oleh karena itu, Negara harus dikelola secara demokratis. Sehingga Negara bisa diawasi, dikontrol dan tidak seenaknya sendiri. Matilah kau Otoriter dan Selamat Datang Demokrasi ! Sekarang 2008, USA Negara adidaya, jagoan demokrasi, Ekonominya runtuh , lebih dahsyat keruntuhannya dibanding Indonesia 1998. Saya mau denger komentar2 orang2 yg dulu dengan gencar mengintrodusir tesis, tentang pentingnya demokrasi.Secara teologis, barangkali itulah balasan Gusti Alloh terhadap Negara yang Adigang Adigung,bayangkan Indonesia yg 88 % muslim dan negara muslim terbesar didunia, dihancurkan ekonominya oleh USA yg bekerjasama dengan korporasi2 dunia . Indonesia rontok karena by desaign oleh USA. Dollar USA dilambungkan sampai 17.ooo Lalu… setelah ekonomi dirontokkan, dikirimlah mainan yang namanya “demokrasi”. Dan aktivis2 prodemokrasi Indonesia bersuka cita…Slamat tingal otoriter. Lalu apa untungnya Indonesia rontok ?.

Haya, Indonesia secara geopolitik sangat strategis, muslim terbesar dan ini yg menjadi alasan utama USA – Indonesia mulai berani melawan USA – . Ya menangis Indialah Indonesia, (nangis ora metu luhe) Kita merasakan dan melihat sampai hari ini, Rakyat menderita dan makin jauh dari sejahtera. Sementara aktivis2 Pro Demokrasi, elite2 Parpol, DPR/DPRD, media2 berpesta pora atas nama demokrasi. Mereka menjadi bandit (Thomas Carroher). Sama nasibnya dengan Indonesia, yaitu negeri 1001 malam IRAQ. Dibombardir, dikasih demokrasi dan Saddam Husein digantung. Sangat memilukan ! Bagaimana jalan keluar Indonesia ? Mengatasi kepedihan Indonesia, bukan dengan Pilihan Langsung, bukan dengan 30 % kuota perempuan, bukan dengan retorika. Bukan dengan membentuk banyak Parpol. Lupakan semuanya, Indonesia harus masuk dalam rezim yg dinamakan rezim DEMOKRATER – Demokrasi Otoriter – minus Korupsi. Apa pula itu Demokrater ? Demokrasi Otoriter. Atau tanya saja sama Alex Putin, Tanya apa itu demokrater , nanti pasti dijawab Putin. Atau bisa nanya sama Hu Jianto Presiden Cina.Atau Cik Mahatir Malaysia. Atau Oom Lee Kwan Yu Singapura Nggak usah malu2 lah. Dan jangan tanya George Bush ! nanti keliru lagi. Pancen Gusti Alloh mboten sare. (fwan) 051008

Explore posts in the same categories: Fastabiq

Comment: