
Masdar F Mas’udi
Di negeri ini, Islam sebagai agama dan Indonesia sebagai negara-bangsa ibarat jiwa dan raga. Keduanya membentuk satu entitas Islam Indonesia, bukan sekadar Islam di Indonesia.
Demikian pula Muslim yang hidup di Nusantara ini pada dasarnya telah menjadi Muslim Indonesia, bukan sekadar pemeluk agama Islam yang menumpang hidup atau indekos di Indonesia.
Islam sebagai agama dan realitas kebangsaan sebagai kodrat sosial bukan dua hal yang harus saling menafikan, atau yang satu merupakan alternatif bagi yang lain. Islam sebagai ajaran kerohanian bersifat universal, sementara entitas kebangsaan adalah realitas kehidupan yang bersifat lokal. Yang universal sebagai esensi selalu membutuhkan yang lokal sebagai media aktualisasi, juga sebaliknya.
Eksistensi ”kebangsaan”, bahkan ”kesukuan” dalam Al Quran eksplisit diakui sebagai takdir yang tak bisa diingkari. ”Wahai manusia, Kami telah ciptakan kalian dari lelaki dan perempuan, dan Kami jadikan kalian berbangsa dan bersuku-suku, supaya kalian saling mengenali dan berbuat kebaikan satu sama lain. Yang paling mulia di sisi Allah bukan bangsa/suku ini atau itu, melainkan yang paling takwa di antara kalian” (Al Quran/49:13) Read the rest of this post »