Masuk ke Mega, Mengalir ke Itu-itu Juga

Bank Mega

BANK ini dulu bernama PT Bank Karman dan berdiri di Surabaya pada 1969. Pada 1992, Bank Karman berubah menjadi PT Mega Bank, dan kantor pusatnya pindah ke Jakarta. Pada 1996, bank ini diambil alih oleh PT Para Global Investindo dan PT Para Rekan Investama milik Chairul Tanjung. Pada 2000, Para Group mengganti logo dan namanya menjadi PT Bank Mega. Kini Mega memiliki lebih dari 300 anak cabang.

Komisaris Utama: Chairul Tanjung
Komisaris Independen: Achjadi Ranuwisastra
Komisaris Independen: Rachmat Maulana
Direktur Utama: J.B. Kendarto

Barisan Pembobol

Itman Harry Basuki
Jabatan: Kepala Cabang Bank Mega Jababeka.
Status: tersangka. Diduga menggelapkan uang deposito Elnusa sebesar Rp 111 miliar dan uang Pemerintah Kabupaten Batu Bara senilai Rp 80 miliar. Kini mendekam di ruang tahanan Polda Metro Jaya.

Richard Latief
Peran: otak pembobolan. Merayu nasabah agar menanamkan uangnya di Bank Mega. Berkongkalikong dengan kepala bank membobol dana nasabah.
Status: tersangka. Kini mendekam di ruang tahanan Polda Metro Jaya.

Santun Nainggolan
Jabatan: Direktur Keuangan PT Elnusa.
Status: tersangka. Kini mendekam di ruang tahanan Polda Metro Jaya. Diduga terlibat penggangsiran uang Elnusa sebesar Rp 111 miliar.

Yos Rauke
Jabatan: Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Batu Bara.
Status: tersangka. Kini mendekam di ruang tahanan Kejaksaan Agung. Dituduh terlibat pembobolan uang pemerintah Batu Bara senilai Rp 80 miliar.

Fadil Kurniawan
Jabatan: Bendahara Umum Daerah Kabupaten Batu Bara.
Status: tersangka.

PT Elnusa Tbk

7 September 2009
Dana Elnusa Rp 161 miliar di Bank Mandiri dalam bentuk lima bilyet deposito berjangka. Saat itu bilyet deposito berjangka diatasnamakan PT Elnusa.

Pada hari yang sama, dana berpindah ke Bank Mega dalam bentuk deposito berjangka melalui suspend account. Pemindahan terjadi bertahap. Masing-masing Rp 50 miliar, Rp 50 miliar, Rp 40 miliar, Rp 10 miliar, dan terakhir Rp 11 miliar. Ketika itu pejabat Elnusa mengetahui adanya perpindahan dana antarbank tersebut.

Ternyata uang yang �ditanam” di Bank Mega Jababeka itu langsung ditilap oleh sindikat pembobol bank. Pembobolan dilakukan pada setiap tahap pemindahan dana:

Tahap I: 7 September 2009
Dana Rp 50 miliar PT Elnusa Tbk di Bank Mega langsung ditransfer ke rekening giro PT Discovery Indonesia di Bank Mega dan disebar/didepositokan ke:

Rp 35 miliar
ke rekening PT Harvestindo Asset Management

Rp 5 miliar
ke deposito PT Discovery

Rp 5 miliar
ke rekening giro PT Discovery

Rp 5 miliar
mengendap di rekening giro PT Discovery

Tahap II: 29 September 2009
Dana Rp 50 miliar pada tahap berikutnya, dari bilyet giro Bank Mega Cabang Menara Batavia milik PT Elnusa, ditransfer ke rekening asli tapi palsu (aspal) deposito jangka pendek PT Elnusa di Bank Mega. Kemudian ditransfer lagi ke rekening giro PT Discovery di Bank Mega dan disebar/didepositokan ke:

Rp 35 miliar
ditransfer ke rekening giro PT Harvestindo

Rp 5 miliar
didepositokan atas nama PT Discovery

Rp 5 miliar
ditransfer ke rekening giro PT Discovery

Rp 5 miliar
di rekening giro PT Discovery

Tahap III: 19 November 2009
Dana Rp 40 miliar milik PT Elnusa di Bank Mandiri ditransfer ke rekening deposito aspal PT Elnusa di Bank Mega. Kemudian dengan langkah yang sama ditransfer ke rekening giro aspal PT Elnusa di Bank Mega, lalu ditransfer ke rekening giro PT Harvest.

Tahap IV: 14 April 2010
Dana Rp 11 miliar PT Elnusa ditransfer dari Bank Mandiri ke rekening deposito PT Elnusa di Bank Mega. Lalu ditransfer ke rekening giro aspal PT Elnusa di Bank Mega, lalu disebar ke:

Rp 10 miliar
ke rekening giro PT Discovery di bank “X”

Rp 1 Miliar
ke rekening giro PT Discovery di Bank Mega

Tahap V: 16 Juli 2010
Dana Rp 10 miliar PT Elnusa ditransfer ke rekening deposito aspal PT Elnusa di Bank Mega. Lalu ditransfer ke rekening giro aspal PT Elnusa di Bank Mega, lalu ditransfer ke rekening giro PT Discovery di Bank Mega, kemudian ditransfer ke rekening PT Discovery di bank lain.

Dana Pemerintah Kabupaten Batu Bara

September 2010
Pemerintah Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara memindahkan duit daerahnya yang menganggur. Besarnya Rp 80 miliar. Pemindahan dilakukan dari Bank Sumut Cabang Kabupaten Batu Bara dalam beberapa tahap.

15 September 2010
Rp 20 miliar

15 Oktober 2010
Rp 10 miliar

9 November 2010
Rp 5 miliar

14 Januari 2011
Rp 15 miliar

11 April 2011
Rp 30 miliar – Mengalir ke perusahaan investasi. – PT PFM dan PT NMI – Diduga sejumlah pejabat di Kabupaten Batu Bara menikmati duit Rp 405 juta, atas jasa dia memindahkan rekening.


Karya Si Pembobol

JEJAK Richard Latief dalam aksi pembobolan bank ada di mana-mana. Richard dijadikan buruan polisi sejak 2006 setelah membobol deposito Rp 110 miliar milik PT Taspen di Bank Mandiri Rawamangun, Jakarta Timur.

2004
Diduga terlibat pembobolan deposito Yayasan Damandiri di Bank Lippo Cimahi, Jawa Barat.

Modus:
Pemberian kuasa palsu Damandiri ke Bank Lippo untuk pengajuan kredit fiktif UKM.

2004
Pembobolan dana nasabah di dua Bank BRI senilai Rp 200 miliar.

Modus:
Pengajuan kredit atas nama Afrida senilai Rp 20 miliar dan kredit fiktif Asuransi Bumiputera Rp 36 miliar. Kredit ditransfer ke rekening PT Delta atas nama Richard Latief. Pelunasan diambil dari uang di rekening BPD Kaltim Rp 100 miliar dan Rp 70,55 miliar Dana Pensiun Perusahaan Pelabuhan dan Pengerukan di BRI Tanah Abang.

2006
Terlibat rencana pembobolan duit nasabah Rp 4,5 miliar di Bank BNI 46 Gambir, Jakarta Pusat. Pembobolan ini gagal.

Modus:
Pengajuan kredit fiktif dengan memberikan teleks palsu. Aksi ini tercium pegawai bank.

2006-2007
Pembobolan dana PT Taspen senilai Rp 110 miliar di Bank Mandiri Rawamangun, Jakarta Timur.

Modus :
Pemindahbukuan dana rekening PT Taspen di Bank Mandiri Cempaka Putih ke Bank Mandiri Rawamangun melalui giro bilyet palsu. Uang lalu ditransfer ke rekening atas nama Andre.

2009
Menjebol dana anggaran Pemerintah Kabupaten Aceh Utara senilai Rp 220 miliar, yang disimpan di Bank Mandiri Jelambar, Jakarta Barat.

Modus:
Menampung dana kas daerah dengan imbalan premium fee di luar bunga bank. Dana pokok ditransfer ke rekening palsu Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

2009
Menjebol duit deposito PT Elnusa Tbk di Bank Mega Jababeka senilai Rp 111 miliar.

2010
Diduga terlibat dalam penilapan duit Kabupaten Batu Bara senilai Rp 80 miliar di Bank Mega Jababeka, Bekasi.

NASKAH: SANDY INDRA PRATAMA | SUMBER: RISET PDAT, WAWANCARA POLISI, PPATK, KEJAKSAAN

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: