Negeri 1001 Kebetulan

Jakarta – “Cakak abih, silek takana”, itulah sebait peribahasa minang yang artinya kira-kira adalah sadar setelah kejadian. Ibarat panglima perang yang baru ingat strategi jitu setelah perang usai. Menggelikan.

Begitulah ungkapan yang cocok untuk ditujukan kepada KPK (termasuk juga para petinggi negeri ini) yang pada tanggal 24 Mei 2011 mengeluarkan Surat Pencegahan ke luar negeri bagi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin, untuk dugaan kasus korupsi di Seskemenpora yang melibatkannya.

Padahal tepat sehari sebelum KPK mengeluarkan “Surat Cegah” itu, pada tanggal 23 Mei 2011 M.Nazaruddin telah meninggalkan Indonesia menuju Singapura. Sungguh suatu kebetulan yang ajaib.

Awalnya kepergian M.Nazaruddin ini dijawab tidak kompak oleh kader-kader Partai Demokrat. Namun informasi terakhir menyebutkan bahwa kepergian M. Nazaruddin ini diketahui dan telah mendapat izin dari Ketua Fraksi Demokrat (F-PD), Muhammad Jafar Hafsah, untuk alasan kesehatan (katanya berobat sakit jantung).

Timbul banyak spekulasi dikalangan publik. Diduga Nazaruddin telah mengetahui akan dicekal dan segera melarikan diri. Atau mungkin memang pergi berobat tapi sambil menyelamatkan asset. Entahlah.

Politisi senior, Permadi, menduga bahwa Nazaruddin sengaja disuruh untuk pergi. Dia (Nazzaruddin), kata Permadi, tidak akan berani bepergian ke luar negeri atas inisiatif sendiri, karena tepat pada hari itu, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY, meminta seluruh pimpinan partai dan fraksi untuk hadir ke Cikeas.

Selanjutnya pengamat politik senior LIPI, DR. Ikrar Nusabakti juga mengatakan perginya M. Nazaruddin ke Singapura mengindikasikan bahwa politisi muda Partai Demokrat itu menguasai “chanel-chanel” diberbagai lini.

Kejadian serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Pada saat KPK berencana menyelidiki kasus tertentu, yang bersangkutan secara ajaib telah lebih dulu “jalan-jalan” keluar negeri.

Alasan berobat menjadi pilihan klasik yang memuakkan tapi terbukti cukup manjur. Tentu kita masih ingat dengan Anggoro Widjoyo, Joko Chandra, Gayus Tambunan dan yang terakhir Nunun Nurbaiti, istri politisi PKS Adang Daradjatun.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi dinegeri ini? Partai yang gembar-gembor meneriakan perang terhadap korupsi, masih bisa memberi ijin kadernya yang sedang terbelit dugaan kasus hukum keluar negeri. Mantan petinggi POLRI dengan terang-terangan mengatakan dimedia, akan melindungi istrinya yang tengah disangka bersalah. Ajaib betul negeri ini.

Seribu satu kebetulan seolah selalu menyertai setiap kasus-kasus besar yang melibatkan orang-orang berpengaruh dinegeri ini. Banyak persoalan hukum yang tiba-tiba meledak tapi dalam sekejap hilang dari peredaran bak debu tersapu angin, hanya karena penasehat hukumnya diganti.

Kasus yang awalnya begitu ramai disoroti, yang dibungkus dengan sampul Hak Angket DPR –pun seolah terlupakan. Padahal kita bisa saksikan secara langsung bagaimana gencarnya perdebatan antar anggota panita dan lusinan saksi ahli dimintai pendapatnya.

Tapi tetap saja cuma menjadi tontonan saja, supaya wartawan tetap dapat berita, koran dan majalah tetap diminati untuk dibaca, berita televisi tetap dinanti jam tayangnya dan pengamat banyak tawaran untuk menyampaikan analisa-analisanya di talk show.

Sebagai rakyat kecil tentu kita bertanya, apa manfaat situasi ini bagi kita. Apakah perdebatan para ahli dan politisi itu bisa membuat perut kita kenyang? Atau apakah bisa membuat padi disawah dan jagung dikebun jadi subur, sehingga panen berlimpah?

Bisakah aksi heroic salah satu politisi membela koleganya mati-matian membuat bahan pokok dan lapangan pekerjaan tersedia? Sungguh banyak pertanyaan yang semestinya menjadi PR besar kita, terutama para pemimpin negeri ini.

Harapan rakyat tidaklah muluk, silahkan negara ini dipimpin oleh siapa saja. Buatlah partai yang bermacam ragam. Bentuklah puluhan, bahkan ratusan lembaga dan komisi. Tapi jangan mengabaikan hak rakyat dan berkerjalah sebagaimana mestinya.

Mendra Ha
Jl. Jhoni Anwar No. 16 Padang
ome_cre@yahoo.com
081363591367

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: