Ini Kenangan Jusuf Kalla Soal Soeharto

Ini Kenangan Jusuf Kalla Soal Soeharto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Suatu kali sebelum Jusuf Kalla menjabat sebagai wakil presiden RI, saat ia masih menjadi pengusaha di Makasar ia mengaku pernah menuturkan kekecewaannya kepada Soeharto yang saat itu masih menjabat sebagai penguasa Orde Baru.

Jusuf Kalla yang akrab dipanggil JK itu, pada kata sambutannya di acara peluncuran buku “Pak Harto The Untold Stories” di museum Purna Bakti, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (08/06/2011), mengaku mengeluhkan tarif telepon yang mahal di kawasan Timur Indonesia, salah satunya adalah Makassar.

“Saya bilang sama Pak Harto, biaya telepon di Makassar lebih mahal dari pada di Jawa, padahal kita punya satelit, sistem kita moderen tapi tarifnya kolonial,” ujarnya.

Satu hal yang saat itu tidak diperhatikan JK adalah ia menuturkan hal tersebut sembari mengangkat kedua tangannya, ia mengangkat tangannya seperti orang berdoa dengan posisi sejajar dengan dada pak Harto dihadapannya.

JK mengaku, usai menuturkan hal itu, oleh orang-orang dekat Soeharto ia diperingatkan, bahwa hal tersebut merupakan sebuah ketidaksopanan. Ia diberi tahu bahwa sesuai adat Jawa yang dipegang pak Harto, mengangkat tangan lebih tinggi dari pinggang lawan bicara merupakan suatu hal yang tidak menghargai lawan bicara.

“Saya diberi tahu bahwa bisa jadi pak Harto saat itu tersinggung karena gerakan tangan tersebut,” terangnnya.

Atas keluhan JK tersebut, menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, Soeharto meminta dirinya untuk membuat surat secara resmi. Setelah mengirim surat secara resmi, ternyata Soeharto menurunkan tarif telepon di Makassar.

“Saya yakin pak Harto tidak tersinggung dengan saya, itu semua cuma ketakutan orang-orang di sekitarnya saja,” urainya.

Di dalam buku “Pak Harto The Untold Stories, JK bercerita perihal kunjungan Soeharto di peternakan Tapos, Bogor, Jawa Barat. Saat itu, dia diajak pengusaha Soeharto bersama sejumlah pengusaha.

Pada kesempatan tersebut JK memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Soeharto, apakah ia bisa mengirimkan orang-orang dari Makassar untuk belajar di peternakan tersebut.

Tanpa banyak bicara, Soeharto pun langsung memperkenalkannya kepada Made Soewecha, yang saat itu merupakan penanggung jawab Tapos.

Atas peristiwa tersebut, menurut JK, Soeharto selalu mempedulikan kesempatan bagi orang lain untuk belajar dan maju.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: