Al-Chaidar: NII KW 9 Menyelamatkan Pemerintah

Penulis: Hindra Liaw
nii

 

Pengamat terorisme, mantan Bupati Bekasi NII KW 9, bergabung 1991-1996, sekarang menjadi anggota di NII Faksi Abdul Fatah Wiranagapati (mengklaim sebagai NII “asli”).

JAKARTA, KOMPAS.com – Al-Chaidar bukan setahun dua tahun bercengkerama dengan gerakan-gerakan Islam radikal. Ia melakukan penelitian terhadap gerakan ini bahkan bergabung di dalamnya. Ia adalah mantan Bupati Bekasi NII KW 9 sejak 1991 hingga 1996. Keluar dari KW 9 ia bergabung dengan Faksi Abdul Fatah Wiranagapati yang mengklaim diri sebagai NII “aseli”.

Al Chaidar menuding NII KW 9 sengaja dibentuk pemerintah untuk menggembosi gerakan NII “aseli”. Berikut petikan percakapan Kompas.com dengan Al-Chaidar

Bagaimana Anda melihat kembali mencuatnya kasus orang hilang dan cuci otak yang kemudian dikaitkan dengan NII, terutama NII KW 9?
Mungkin mereka (KW 9) ingin merusak citra NII yang “asli”. Memang agak membingungkan. Sebenarnya taksonominya jelas kok, ada berapa faksi dari NII yang “asli”, ada berapa faksi yang palsu. Ada berapa faksi yang terlibat dalam kekerasan. Ada berapa faksi yang tidak terlibat kekerasan, mereka cenderung melakukan kegiatan yang sifatnya memberontak. Pepi (tersangka teroris bom buku dan bom Serpong. Pepi Fernando adalah anggota Faksi Tachmid dengan imam anak dari Kartosoewirjo, dengan pengikut kurang lebih 8.000 orang) adalah cermin dari anggota dari faksi-faksi kecil yang ingin menunjukkan bahwa mereka masih ada eksistensinya. Ini agak unik, beda dengan JI (Jamaah Islamiyah) yang cenderung tidak ingin terlihat.

Tetapi, gerakan NII KW 9 memang melakukan praktik-praktik cuci otak, pencurian?
Begini, pemerintah melihat kebangkitan yang kuat dari dakwah NII “asli”, kemudian pemerintah memunculkan aksi NII yang palsu ini. Kadang muncul sampai ke permukaan ide-ide yang buruk seperti cuci otak, karantina, penipuan.

Awalnya, NII KW 9 dibentuk tidak seperti itu. Infak hanya 2,5 persen dari pendapatan. Jadwal dakwah, hijrah, dan naturalisasi tidak setiap hari. Kemudian terjadi akselerasi yang sangat cepat, sehingga kita harus mematangkan orang yang baru kita rekrut. Yang seharusnya diberi materi dalam setahun, ini hanya beberapa minggu, beberapa hari. Ini yang membuat orang shock.

Bedanya dengan gerakan NII “asli”, infaq (NII KW 9) berlebihan, jamaah disuruh keluar dari pekerjaan, kuliah sekolah.

Kalau Anda mengatakan bahwa NII KW 9 sengaja dibentuk negara, apakah efektif untuk mematikan penyebaran ideologi NII?
Efektif. Hanya ada beberapa efek samping. Makanya, sampai sekarang pemerintah belum mau mematikan Al-Zaytun, karena masih efektif (untuk deradikalisasi NII). Kita akui, itu state rights, hak negara untuk menjaga keutuhan ideologi NKRI.

Tetapi, di NII KW 9 kan tetap ada penanaman ideologi negara Islam?
Iya, tetapi akan mati. Menurut rancangan pemerintah karena orang akan mengalami kapok, akan jera setelah habis-habisan harta, waktunya. Tetapi hanya ada beberapa yang menyimpang (keluar, kapok). Selebihnya, ada yang kemudian mencari NII “asli”

Kapan NII KW 9 muncul?
Kalau tidak salah tahun 1992, awalnya dipimpin Abi Karim (Abdul Karim). Baru kemudian diambil alih oleh Abu Totok atau Panji Gumilang. Panji sebelumnya pemimpin NII di Sarawak.

Kalau melihat pergerakan NII KW 9 sekarang, apakah lebih kuat ke penanaman ideologi negara Islam atau memang orientasi financial? Pengumpulan dana dari tahun 1992-1995 memang masif sekali sehingga diputuskan untuk mendirikan pesantren (Al Zaytun). Rencananya, pesantren itu akan menjadi kiblat baru. Umat Islam akan berubah kiblatnya dari Makkah ke Al Zaytun.

Penanaman ideologi terus dilakukan. Orang akan mengeluarkan uang, kalau dia dapat penetrasi ideologi yang kuat. Padahal itu hanya di mulut saja, tidak akan diwujudkan (negara Islam). Itu yang disebut palsu.

Apa yang dijanjikan kepada pengikut?
Menjanjikan surga, kalau sudah dijanjikan surga, orang tidak akan berpikir lagi. Ada program emas, qirad, sekali seumur hidup kalau tidak salah. Targetnya 5 gram per orang. Jadi wajar kalau dibilang ada emas sampai 2 ton. Waktu saya menjabat, emasnya sudah sampai 1 ton katanya.

Tiap orang mendapat target setoran berapa?
Saya waktu itu, target per hari Rp 15 juta. Sehari kita bisa mengumpulkan Rp 30 sampai Rp 32 juta, karena jamaah kita di jajaran Bekasi Timur itu 8 ribu orang jumlahnya. Setiap hari infaq, kadang diminta yang lain juga di luar jamaah. Kalau tiap hari diminta (menyetor uang), orang akan kehabisan uang. Begitu habis, disuruh pinjam, kalau tidak bisa pinjam disuruh mencuri. Yang lebih parah, sampai terjadi pelacuran. Kepala daerahnya turun langsung ke jamaah dan memerintahkan mengumpulkan uang, mencari dengan berbagai cara bahkan sampai menjual diri. Ada dua kasus (melacurkan diri). Itu sebabnya saya keluar

Kadang untuk mencari setoran kita tidak tidur, sehari cuma tidur 3-4 jam, itu pun tidur di bis atau di motor kalau dibonceng.

Kapan perubahan gerakan NII KW 9?
Tahun 1991 NII KW 9 masih “asli”. Setelah tahun 1992 lah, ketika Panji Gumilang sebagai Komandan Tertinggi atau KT.

Ketika sekarang ramai soal NII sebenarnya NII tidak terlalu mengancam?
NII KW 9 menyelamatkan pemerintah. Gimana enggak menyelamatkan pemerintah, dia yang melakukan proses deradikalisasi dengan sangat hebat. Tetapi, dengan cara merugikan orang. Tetapi mau gimana lagi, pasti akan dibilang siapa suruh mau masuk negara Islam? Siapa suruh meninggalkan Pancasila? Susah juga.

Lalu bagaimana?
Distop lah, jangan cuci otak. Tapi mereka (negara) ambil manfaat juga, ketika muncul di media, orang langsung high alert, waspada tinggi ketika ada NII “asli”, langsung curiga cuci otak ini. Jadi sudah ada barikade. Efektif memang, luar biasa program intelijen ini. Enggak sembarangan yang bisa buat program seperti ini.

Ketika banyak yang merasa dirugikan karena gerakan ini?
Seharusnya pemerintah mengerem, karena keuangannya juga banyak. Program deradikalisasi berjalan. Dilema pemerintah. Ribut-ribut karena ternyata (NII KW 9) sudah tidak bisa dikontrol. Saya sebagai salah satu korban bicara, ini bukan yang “asli”. Ya sudah, mau gimana lagi

Saya kalau mau minta ganti rugi ke pemerintah bisa juga, tapi gimana enggak ada bukti-buktinya. Karena pakainya nama samaran, saya pakai nama Chairin, tanda tangan juga beda. Tetapi pemerintah memang tidak ada good will untuk menyelesaikan ini, karena bagian dari program dan secara ekonomi cukup besar.

Gantinya apa?
Digantilah programnya, karena program intelijen ini daya rusaknya sangat tinggi. Membunuh tikus dengan memakai bazzoka. Enggak perlu kan hanya untuk membunuh tikus.

NII “asli” masih ada tokoh kuat?
Ada, orang yang dulu bersama Kartosuwiryo. Mereka cenderung tertutup, enggak mau komentar. Bahkan, saya sendiri pernah diculik oleh faksi yang lain. Ada 14 faksi yang lain.

Tujuan akhir NII “asli”?
Mendirikan negara Islam. Eh, bukan mendirikan, tapi mempertahankan konsep Negara Islam yang pernah diproklamirkan Kartosoewirjo

Kegiatannya?
sama seperti KW 9 tapi tidak semassif KW9. tidak berlebih-lebihan. Tujuannya KW 9 memang menjelek-jelekkan NII “asli”.

Berarti KW 9 bentukan pemerintah?
Iya, untuk melakukan deradikalisasi terhadap gerakan radikal. Misal, yang “asli” dan palsu sama-sama dakwah, ada yang terjerumus ke yang “asli”, ada yang ke palsu. Kalau ke yang palsu, diperas, jaringan sosial hilang, disuruh mencuri, menipu. KW 9 ini NII palsu, karena program dibuat pemerintah dan diproteksi oleh pemerintah.

Panji Gumilang, awalnya di NII “asli”, kemudian diambil (pemerintah), kemudian ini yang dipromosikan. Tujuan pemerintah agar orang kapok, ketika diperas, ditipu oleh NII KW 9, ketika ada dakwah NII lagi, dia enggak akan mau. Demoralisasi, kriminalisasi terhadap NII “asli”.

NII KW 9 dibentuk 1992. Saat itu situasinya sedang sangat berbahaya karena rekruitmen NII “asli” sangat massif dan luar biasa, meresahkan memang dan mngancam ideologi Pancasila. Saya yakin pemerintah tidak akan membubarkan KW 9.

Kemana uang yang dikumpulkan jamaah NII KW 9?
Ke Al Zaytun, dari Al Zaytun ke pemegang lisensi yaitu oknum intelijen. Walaupun itu dibantah, tetapi saya yakin.

Siapa saja yang dicomot intelijen?
Hanya Panji Gumilang yang diambil, satu faksi, faksi KW 9 itu. Atau faksi Panji Gumilang

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: