Siapa Saja yang Disasar NII?

Icha Rastika
nii

KOMPAS.com – Negara Islam Indonesia (NII) menarget sejumlah kelompok untuk direkrut menjadi bagiannya. Kepala tim rehabilitasi korban dari NII Crisis Center Sukanto menyampaikan, yang menjadi target NII pada mulanya adalah kelompok buruh atau perantau.

“Bisa diamati di stasiun atau terminal. Mereka (NII) mendekati orang yang dilihat baru datang ke Jakarta kemudian dijanjikan pekerjaan dan akhirnya dibaiat,” katanya kepada Kompas.com di Jakarta, (11/5/2011).

Namun, lanjut Sukanto, pada 1996, target NII mulai melebar. Kelompok itu mulai menyasar kalangan mahasiswa. Awalnya, kata Sukanto, NII merekrut mahasiswa dengan pola satu lawan satu yakni satu target korban dihadapi dengan seorang NII. “Tapi cara ini tidak berhasil karena ketika tidak berhasil menarik masuk, korban akan cerita ke orang lain dan si pemain ini akan diblacklist dan mudah dikenali sebagai NII,” paparnya.

Sehingga pola perekrutan kemudian diubah menjadi 3-4 orang NII menghadapi 1 orang target.

“Jadi seolah dikepung, kemudian saat mulai biaa dipengaruhi, ruang gerak target dibatasi. Misal, ada yang sampai menginap di rumah (target). Prosesnya bisa hanya 1×24 jam saja,” tambah Sukanto.

Psikolog Sarlito Wirawan mengatakan, kalangan mahasiswa rentan menjadi target sasaran perekrutan NII. Apalagi, katanya, mahasiswa baru yang belum mengenal dunia perkuliahan. “Mereka (mahasiswa baru) dalam suasana situasi kampus, dia sendirian, belum ada teman. Dia (mahasiswa baru) kan perlu teman. Terus masuk orang-orang ini (NII). Dibantu daftar dari loket ke loket, terus diajak main, ya mau lah, apalagi yang dari daerah,” papar Sarlito.

Umumnya, lanjut Sarlito, mahasiswa yang menjadi korban NII adalah mereka yang tidak dapat berpikir kritis. “Orang yang mudah dipengaruhi. Yang buat orang mudah terpengaruh itu karena dia nggak berpikir kritis, itu saja kuncinya. Mau tua, muda, bisa kena,” katanya.

Sementara itu, mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Hendropriyono (13/5/2011) mengatakan, jika dilihat dari kelas social ekonominya, golongan yang umumnya menjadi korban NII adalah kelas menengah ke bawah. Meskipun banyak juga golongan menengah ke atas yang menjadi target perekrutan.

“Tapi karena yang lemah kebanyakan orang miskin, jadi banyak anak-anak muslim (miskin) yang dulu saya sekolahin,” ujarnya.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: