Ibu Ani, Pameran Foto, hingga Demam Tifoid

Sekitar dua bulan menjelang berakhirnya tahun 2011, ada dua berita tentang Ny Ani Yudhoyono yang cukup banyak menarik perhatian.

Pada Jumat, 28 Oktober 2011, malam, ketika hujan deras mengguyur wilayah sekitar Stasiun Kereta Api Gambir, Jakarta, Ny Ani meluncurkan buku karya fotografinya berjudul The Colors of Harmony – A Photography Journey by Ani Yudhoyono. Peluncuran diadakan di Galeri Nasional, Jakarta, tidak jauh dari Stasiun Gambir.

Peluncuran buku berisi karya foto hasil bidikan Ny Ani ini juga disertai dengan pameran sebagian isi buku itu. Acaranya meriah dan ditandai dengan sambutan Ny Ani yang sering disambut dengan tepuk tangan ceria.

Penerbitan buku dan pameran foto ini punya pengaruh sampai kepada dua perempuan remaja belia, yakni Jeanne Karina Erizka (15 tahun dari SMA Penabur) dan Margareth Katherine Erika (14 tahun, siswi SMP Ursula, Jakarta). Kedua remaja ini susah payah mengadakan pameran foto hasil bidikan mereka dengan kamera poket di sebuah mal di Jakarta. Pengunjung cukup lumayan.

”Saya tergerak oleh pameran yang diadakan Ibu Negara,” ujar Erika.

Bukan hanya Erizka dan Erika saja yang terpengaruh. Para wartawan foto di Surabaya, Kamis, 22 Desember, juga mengadakan pameran foto yang dibuka oleh Wakil Gubernur Saifullah Yusuf. Dua foto besar yang dipamerkan adalah karya bidikan Ny Ani Yudhoyono.

”Dua foto karya Ibu Ani itu dikirimkan ke Surabaya dengan dikemas rapi. Yang membuka bungkusnya saya,” ujar Saifullah.

Tifus

Pada Selasa (27/12), pukul 15.00, Ny Ani masuk Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta. Malam harinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan hal itu.

Ketua Tim Dokter Kepresidenan Aris Wibudi mengatakan, Ny Ani terkena demam tifoid atau tifus. Aris tidak merinci tentang penyakitnya itu.

Ketua Umum Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Zaenal Abidin ketika ditanya soal demam tifoid menunjukkan data Kementerian Kesehatan 2006, yakni angka kesakitan tifoid 500 orang per 100.000 penduduk dengan kematian 0,6-5 persen. Tifus itu hampir selalu melalui mulut. ”Data penyakit di Indonesia suka telat, Mas,” kata Zaenal.

Bertanya soal tifus ke Kemkes, seorang mantan pejabat di bagian humas Kemkes menunjukkan sejumlah pejabat di kementerian ini. Ketika dihubungi, para pejabat Kemkes itu menunjuk kepada orang dan instansi lain. Rumit. Tidak bunyi. Mungkin masih libur Tahun Baru. Selamat Tahun Baru 2012 Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II hasil perombakan. (J Osdar)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: