hon Trembesi “SBY” dan Suhu Politik

Pohon trembesi yang ditanam Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di halaman tengah Istana Kepresidenan kini sudah tegak lagi. Hujan lebat disertai angin ribut yang melanda sebagian Jakarta, Kamis (5/1) siang, mengakibatkan pohon tersebut tumbang.

Pohon berdiameter sekitar 25 sentimeter dengan tinggi sekitar 8 meter itu roboh sekitar pukul 14.00, bersamaan dengan dimulainya rapat kabinet yang dipimpin Presiden. Agenda rapat adalah membahas situasi geopolitik dunia dan upaya perlindungan tenaga kerja Indonesia.

Begitu mengetahui pohon yang ditanam Presiden pada 8 Juli 2010 itu tumbang, sejumlah pegawai Sekretariat Negara terlihat panik. Setelah hujan mereda, belasan petugas kebersihan dan tukang kebun Istana pun dikerahkan untuk menegakkan kembali pohon trembesi itu.

Sedikit merunut ke belakang, penanaman pohon trembesi yang memiliki nama latin Samanea saman pada pertengahan 2010 itu dilakukan sebagai pengganti pemotongan satu cabang pohon trembesi yang sudah puluhan tahun tumbuh di Istana Negara. Pemotongan dilakukan karena cabang itu dinilai mengganggu.

Penanaman pohon trembesi baru di halaman Istana saat itu juga dilakukan Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Namun, kedua pohon itu pada Kamis lalu tidak tumbang, tetap berdiri tegak. Sejumlah pohon di kompleks Istana dan Setneg tumbang.

Hujan lebat yang disertai angin ribut itu boleh dikata tidak terduga. Cuaca pada Kamis pagi sangat cerah, matahari bersinar terik. Cuaca masih cerah ketika Presiden menganugerahkan sejumlah penghargaan bagi 69 pelaku industri dan kalangan pemerintah yang dinilai berprestasi dalam hal inovasi dan pengembangan industri hijau. Pemberian penghargaan dilakukan di Istana Negara.

Di luar persoalan seputar industri dan inovasi, Presiden menyinggung suhu politik yang diperkirakan memanas pada 2012. Kondisi itu, menurut dia, tidak perlu dicemaskan.

”Tahun ini mulai mendekati Pemilu 2014, suhu politik biasanya mulai menghangat. Itu wajar, itu kehidupan demokrasi, tidak usah cemas. Justru ketika politik mulai menghangat, kompetisi sudah mulai terjadi, saya mengajak jajaran pemerintah untuk bergiat, terus berkonsentrasi, dan membangun negeri ini dengan mencapai prestasi yang lebih baik,” kata Presiden.

Meskipun kompetisi politik tahun ini diperkirakan semakin dinamis dan bisa jadi bahkan berlangsung cukup keras, Presiden berharap, segenap elemen bangsa tetap menjaga stabilitas keamanan nasional.

Suhu politik menjelang Pemilu 2014 boleh jadi menghangat dan memang arahnya sulit diprediksi. Bisa jadi perubahannya cukup ekstrem, ibarat cuaca cerah yang mendadak menjadi hujan lebat dan angin ribut yang menumbangkan pohon trembesi Presiden. (Wahyu Haryo)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: