Kubu Islamis Masih Hadapi Tantangan Berat

Kairo, Kompas – Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) Mesir yang merupakan sayap politik Ikhwanul Muslimin tetap unggul dalam proses penghitungan suara pemilu parlemen tahap ketiga, Jumat (6/1). Menyusul di posisi kedua adalah Partai Nour (salah satu sayap politik gerakan Salafi). Partai Revolusi berkelanjutan yang berhaluan liberalis menempati posisi ketiga, dan partai liberalis Wafd di posisi keempat.

Hasil resmi pemilu parlemen tahap ketiga yang digelar selama dua hari itu, Selasa dan Rabu 3-4/1), akan diumumkan hari Sabtu besok.

Pada pemilu parlemen tahap pertama, awal November lalu, dan pemilu tahap kedua, pertengahan Desember lalu, kubu islamis (Ikhwanul Muslimin/IM dan gerakan Salafi) meraih suara mayoritas, yakni sekitar 65 persen suara.

Ketua FJP Mohamed Mursi berusaha menenangkan publik atas terus unggulnya FJP dalam pemilu parlemen selama tiga tahap itu. Mursi menegaskan, FJP—meskipun menguasai kursi parlemen nanti—tidak akan memonopoli dalam menyusun konstitusi baru, tetapi akan berkomitmen memperhatikan hak-hak kelompok lain dengan cara bekerja sama dengan kekuatan-kekuatan politik lain yang tidak mendapat suara signifikan dalam pemilu.

Akan tetapi, menurut pengamat gerakan Islam politik di dunia Arab, kubu islamis yang memenangkan pemilu parlemen di negara-negara Arab yang baru melakukan revolusi rakyat masih menghadapi tantangan berat.

Profesor studi Islam pada Universitas Lebanon, Ridhwan Sayyid, dalam acara Panorama yang ditayangkan televisi Alarabya pada Rabu malam lalu mengatakan, pengalaman IM dalam berpolitik praktis bukan hal yang baru karena sudah dilakukan sejak tahun 1970-an di Mesir, Yaman, Jordania, dan Sudan.

Menurut dia, IM berhaluan politik pragmatis karena sudah punya pengalaman berkoalisi dengan partai-partai sekuler atau liberal di Mesir, Jordania, Yaman, dan Sudan.

Namun, lanjut Sayyid, persoalan IM dan kubu islamis lainnya sekarang adalah menyangkut teori-teori pandangan keagamaan mereka yang sering masih terbelenggu oleh teori-teori lama yang diusung tokoh-tokoh senior kubu islamis.

Karena itu, menurut Sayyid, kepemimpinan kubu islamis mendatang harus diserahkan kepada kader muda yang diharapkan mampu mentransformasi teori lama ke teori baru sesuai tuntutan kehidupan modern.

Ridhwan Sayyid meminta kubu islamis di dunia Arab segera mereformasi pola pandangan keagamaannya, seperti yang dilakukan partai-partai Kristen di Eropa pasca-Perang Dunia II. Ia memprediksi, jika kubu islamis tidak segera memodernisasi pandangan-pandangan keagamaannya, khususnya yang terkait dengan isu negara dan bangsa, mereka akan kalah dalam pemilu mendatang.

Pakar gerakan Islam asal Mesir, Najih Ibrahim, juga mengatakan, pengalaman kubu islamis selama ini adalah memimpin kelompok bukan negara, dan cara berpikir memimpin kelompok tentu tidak bisa dibawa dalam memimpin negara.

Karena itu, kata Ibrahim, kubu islamis harus segera mengubah cara berpikir mereka dari memimpin kelompok menjadi memimpin negara jika ingin terus berhasil dalam dunia politik.

Harian terkemuka Mesir, Asharq Al Awsat, Kamis (5/1), mengungkapkan, kemenangan kubu islamis itu membawa dampak, yaitu sejumlah pejabat tinggi AS merekomendasikan dalam serangkaian pertemuan terakhir mereka agar pemerintah Presiden AS Barack Obama membangun hubungan lebih kuat dengan IM dan kubu islamis lain.

Ketua hubungan luar negeri di Kongres, Senator John Kerry, pasca-bertemu dengan pimpinan FJP di Kairo beberapa pekan lalu juga mengimbau Presiden Barack Obama menjalin hubungan lebih erat dengan IM dan FJP.

Kerry yang didampingi Dubes AS untuk Mesir Anne W Patterson dalam serangkaian pertemuannya dengan pejabat FJP dan IM mengatakan, AS harus beradaptasi dengan realitas baru dalam panggung politik di Mesir. (mth)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: