Dahlan Iskan, Bikin Pedas dan Gurih

Sabtu, 6 Juni 1998, siang, di lantai empat Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, berlangsung pertemuan Presiden BJ Habibie dengan para pemimpin media cetak dan media elektronik dari seluruh Indonesia.

Saat itu, seorang wartawan Istana meminta izin untuk memopulerkan Presiden Habibie dengan sebutan Bung Rudy, seperti tahun 1945-an, ada penyebutan Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Sjahrir.

Habibie mengatakan, ”Silakan saja, mau panggil dengan sebutan apa saja.” Namun, secara spontan, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Dahlan Iskan saat itu dengan aksen Surabaya berkata, ”Di Amerika Serikat itu, presiden dipanggil mister presiden.” Nada pernyataan Dahlan tidak setuju sebutan Bung Rudy.

Itulah kenangan kecil dengan sosok Dahlan Iskan yang fenomenal, selalu meriuhkan suasana, mengentakkan pendapat-pendapat orisinal dan mengejutkan.

Desember 2009, Dahlan dilantik menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero). Lumayan sukses mengurangi listrik byarpet. Menjelang akhir 2011, ia diangkat jadi Menteri Badan Usaha Milik Negara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jumat, 6 Januari 2012, di lantai 19 di kantor Kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Dahlan Iskan mengajak seorang wartawan makan siang dengan lodeh rebung (tunas bambu) masakan istrinya, Nafsih Sabri. Enak sekali.

Sambil makan, Dahlan Iskan bicara tentang gagasannya memperbanyak kapal laut di perairan seluruh Papua. ”Bila kapal Pelni terlambat datang di suatu kota di Papua, harga-harga barang di tempat itu melonjak,” ujar Dahlan.

Setelah makan, Dahlan memberikan air di botol plastik kepada temannya. ”Ini sudah saya minum, bisa diminum lagi karena bibir saya tak menempel di bibir botol plastik itu,” ujarnya.

Menurut Staf Khusus Presiden Daniel Sparringa, dalam sidang kabinet, suara dan gaya bicara Dahlan Iskan yang unik membuat orang mengira ia datang dari planet lain. ”Ia membawa suasana sidang kabinet lebih cair,” kata Daniel.

Dahlan Iskan, kata Daniel, memperkaya keanekaragaman dalam kabinet. ”Ia menambah rasa pedas dan gurih karena setiap kali bicara menawarkan solusi yang cespleng,” ujar Daniel.

Arief Rahman, Staf Khusus Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, mengatakan, ”Dahlan Iskan adalah sosok menteri yang kerja cepat, tidak bertele-tele.” (J Osdar)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: