Ketika Presiden Pulang Kampung…

Saat pulang kampung, orang biasanya mengisi waktunya dengan kangen-kangenan bersama teman-teman masa kecilnya dahulu, ngobrol dari pagi sampai malam, mengenang ”kisah nakal” mereka dahulu yang khas anak-anak.

Namun, hal itu tidak berlaku jika orang yang pulang kampung adalah presiden. Ketika mengunjungi tempat kelahirannya di Pacitan, Jawa Timur, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengawali acara pulang kampung dengan berziarah ke makam ayahnya, Kamis (12/1) sore. Pada malam harinya digelar pertemuan dengan perajin batik Pacitan. Pertemuan diadakan di pendapa atau kantor Kabupaten Pacitan. Di tempat ini pula, Presiden menginap.

Pertemuan tersebut diikuti sejumlah menteri, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Bupati Pacitan Indartato. Yudhoyono yang duduk berdampingan dengan Ibu Ani Yudhoyono menyampaikan kekhasan batik Pacitan terletak pada motif buah pace dan kata pace ini menjadi dasar nama Pacitan.

Pertemuan itu ditutup dengan mengunjungi pameran batik di pendapa kabupaten. Presiden Yudhoyono, Ny Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, menteri, dan staf khusus membeli kain batik tulis yang umumnya dijual Rp 300.000 per lembar. Acara rampung sekitar pukul 21.30 dan dilanjutkan pertemuan tertutup Presiden bersama menteri.

Keesokan hari, Presiden memimpin rapat pemaparan pembangunan Pacitan dan Jawa Timur. Dalam pengantarnya, Yudhoyono mengatakan, tujuh tahun lalu, Pacitan adalah salah satu dari sekitar 100 daerah tertinggal, maka dilaksanakan berbagai program percepatan pembangunan. ”Pada periode kedua pemerintahan saya, Pacitan bersama 50 daerah lain terbebas dari kategori daerah tertinggal,” tutur Yudhoyono di ruangan yang tidak semewah dan semegah Istana Negara tersebut.

Setelah itu, Presiden mengunjungi Desa Kayen di Kecamatan Pacitan. Di desa ini, Yudhoyono menyaksikan kebun-kebun milik penduduk yang ditanami cabai dan berbagai tanaman pangan lainnya. Ada pula kolam ikan mas milik penduduk. Kawasan ini dalam acara itu diberi nama kawasan Rumah Ketahanan Pangan Lestari. Presiden menyampaikan kegembiraannya karena warga Pacitan telah berusaha meningkatkan ketahanan pangan keluarga.

Yudhoyono yang lahir pada 9 September 1949 di Tremas, Pacitan, dahulu bersekolah di Sekolah Dasar Kayen I, tidak jauh dari lokasi rumah dan kebun yang dikunjunginya.

Seorang karyawati di Jakarta bercerita, pada 1980-an, ketika usianya masih tujuh tahun, ia sering mengunjungi Kayen bersama ayahnya. Ia dibuat bosan oleh para eyang di sana yang selalu bercerita tentang akan adanya orang Pacitan yang nantinya bisa memperbaiki kesejahteraan Pacitan, wilayah yang dikenal terpencil dan tertinggal.

Sehabis acara di Kayen, rombongan Presiden kembali ke pendapa Kabupaten Pacitan untuk bersiap-siap shalat Jumat di Masjid Agung. Setelah itu, rombongan meninggalkan Pacitan menuju Madiun. Keesokan harinya, pada Sabtu (14/1), Presiden bertolak ke Jakarta dari Madiun.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: