Uang Muka Kendaraan Diatur

Pembiayaan Diprediksi Merosot 30-50 Persen

Jakarta, Kompas – Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menerbitkan aturan batas minimum uang muka pembelian kendaraan bermotor. Perusahaan pembiayaan memprediksi jumlah pembiayaan kredit kendaraan bermotor tahun ini akan merosot akibat ketentuan tersebut.

Peraturan BI berlaku bagi perbankan. Sementara Peraturan Menteri Keuangan berlaku bagi perusahaan pembiayaan.

Penetapan uang muka minimum itu berlaku bagi pembeli kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, yang menggunakan fasilitas kredit bank atau pembiayaan dari perusahaan pembiayaan. Peraturan yang terbit pada 15 Maret 2012 itu berlaku mulai 15 Juni 2012.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang dicegat wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat (16/3), menyatakan, pinjaman untuk kendaraan bermotor harus dijaga agar industri sehat.

Gubernur BI Darmin Nasution mengakui, aturan tersebut sebenarnya sudah disiapkan sejak tahun lalu. Angka-angka uang muka sebenarnya tidak jauh dari praktik yang ada selama ini.

Aturan itu diyakini akan membuat kredit konsumsi sedikit melambat sekaligus memperlambat pertumbuhan impor.

Menurut Darmin, komponen mobil dan motor diimpor dalam jumlah cukup tinggi meskipun dirakit di Indonesia. ”Padahal, yang kita hadapi sekarang adalah pertumbuhan impor terhadap ekspor kita,” katanya.

Berdasarkan data BI, ada 85 bank yang menyalurkan kredit kendaraan bermotor (KKB). Sebanyak 59 bank menyalurkan kredit untuk mobil dan motor, sementara 26 bank hanya menyalurkan kredit untuk mobil.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja berpendapat, aturan pembatasan uang muka minimum itu akan membuat bank terjaga dari risiko.

Pembiayaan

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Wiwie Kurnia mengakui, peraturan tersebut akan membuat perusahaan pembiayaan lebih sehat. Namun, jumlah pembiayaan kendaraan bermotor merosot.

”Pembiayaan motor akan turun 30-50 persen. Mobil akan turun 30 persen,” kata Wiwie. Sekitar 150 perusahaan melayani pembiayaan motor dan mobil dengan dana Rp 210 triliun.

Per Desember 2011, penjualan mobil di dalam negeri sebanyak 813.856 unit dan motor 7,580 juta unit. (idr)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: