6 Pasang Calon Maju Bertarung


Tiga Partai Besar Ajukan Kadernya di Pilkada DKI

BESTARI

Jakarta, Kompas – Enam pasang calon akan maju bertarung memperebutkan posisi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012-2017. Tiga partai besar di Jakarta tidak membangun koalisi dan mengajukan kadernya masing-masing untuk memperebutkan posisi strategis tersebut.

Partai Demokrat yang sebelumnya mengajak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk berkoalisi mengusung pasangan Fauzi Bowo-Adang Ruchiatna akhirnya mendaftarkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Senin (19/3) malam.

Keputusan itu diambil setelah PDI-P mendaftarkan kadernya, Joko Widodo, yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama yang berkoalisi dengan Partai Gerakan Indonesia Raya, sore hari.

Partai Keadilan Sejahtera yang sebelumnya banyak diperkirakan akan berkoalisi dengan Partai Demokrat mengusung duet Fauzi-Triwisaksana pada detik-detik terakhir juga mendaftarkan kadernya, Hidayat Nur Wahid, yang berpasangan dengan Didik J Rachbini.

Dengan demikian, hingga penutupan pendaftaran pukul 24.00, ada enam pasang yang mendaftar dalam Pilkada DKI 11 Juli 2012. Empat pasang dari jalur partai politik dan dua pasang dari jalur perseorangan.

Calon dari parpol lainnya adalah Alex Noerdin-Nono Sampono yang diusung Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Damai Sejahtera. Pasangan ini mendaftar hari Minggu.

Sementara itu, dua pasang dari jalur perseorangan adalah pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Soepandji-A Riza Patria.

Keenam pasang ini apabila nantinya lolos verifikasi akan memperebutkan sekitar 7,5 juta suara pemilih.

Fauzi-Nachrowi

Pencalonan Fauzi-Nachrowi terjadi pada detik-detik terakhir pendaftaran karena dua hari sebelumnya, Sabtu, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan bahwa keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat mengusung Fauzi Bowo dengan Adang Ruchiatna, anggota DPR dari PDI-P.

Menanggapi perubahan itu, Anas mengatakan bahwa politik itu dinamis dan ada faktor jodoh juga.

Sekretaris DPD DKI Partai Demokrat Irfan Gani menyatakan, pasangan ini diusung delapan partai, yakni Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Damai Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Bulan Bintang, Partai Kasih Demokrasi Indonesia, dan Partai Matahari Bangsa.

Rimhot Turnip, Sekjen PDS, juga menegaskan, partainya mengusung Fauzi. ”Kami tidak pernah mendukung Alex Noerdin,” kata Rimhot.

Sikap Rimhot ini bertentangan dengan sikap Ketua Umum PDS Denny Tewu yang berkoalisi dengan Golkar dan PPP mengusung Alex-Nono.

Jokowi-Ahok

PDI-P dan Gerindra akhirnya mengusung pasangan Wali Kota Solo Joko Widodo, atau biasa disapa Jokowi, dengan mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjahaja Purnama, biasa disapa Ahok.

Sebelumnya, sempat berkembang juga opsi untuk menduetkan Jokowi dengan aktor kawakan Deddy Mizwar. Namun, keputusan akhir dari kedua partai itu memutuskan Jokowi-Ahok.

”Saya memilih Pak Basuki karena kami sama-sama muda. Kami ingin membawa perubahan dan perbaikan bagi Jakarta,” ujar Jokowi seusai pemberian berkas.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto juga hadir mendampingi.

Hari Selasa ini, Jokowi akan pulang ke Solo untuk berpamitan dengan warga Solo. ”Saya akan pamit baik-baik kepada warga Solo. Saya akan bilang, saya mendapat tugas besar dari Partai,” ujarnya.

Banyak warga Solo yang menyayangkan kepergian Jokowi tersebut. Mereka ingin agar Jokowi tetap menjadi Wali Kota Solo karena pelayanan pada masyarakat semakin membaik.

”Dulu urus surat-surat kalau ingin cepat harus keluarkan uang. Sekarang tidak lagi,” kata Broto (39), warga Jajar, Laweyan.

Hidayat-Didik

Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta mengungkapkan, pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini yang diajukan PKS merupakan pasangan yang paling pas. ”PKS percaya bisa memenangi Pilkada DKI karena telah berhasil memenangkan tiga kader seniornya untuk memimpin provinsi, di Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total populasi sekitar 60 juta penduduk,” ujarnya.

Ketua DPP PKS Abu Bakar Al Habsyi mengatakan, sejak awal partainya memang ingin mencalonkan kadernya sebagai gubernur DKI Jakarta. Hidayat dipilih karena merupakan kader PKS yang paling banyak memperoleh dukungan untuk maju sebagai calon gubernur dan dapat diterima berbagai kalangan.

Putaran kedua disiapkan

Dengan adanya enam pasang calon ini, KPU DKI sudah mempersiapkan kemungkinan Pilkada DKI berlangsung dalam dua putaran.

”Pemungutan suara putaran pertama 11 Juli, putaran kedua dijadwalkan 20 September,” papar Wakil Ketua KPU DKI Jakarta Jamaludin Faisal Hasyim.

Setelah KPU DKI Jakarta menerima berkas dari para calon, pada 20-26 Maret ini akan memverifikasi berkas. Tanggal 27 Maret, KPUD akan mengembalikan berkas ke para calon yang berkasnya belum lengkap.

Mulai 27 Maret sampai 9 April, KPU DKI juga akan memberikan catatan khusus kepada para calon perseorangan menyangkut jumlah dokumen dukungan.

Tanggal 24 April sampai 7 Mei, KPU DKI akan memverifikasi dan meneliti kembali berkas dari calon perseorangan maupun parpol yang sudah dilengkapi.

Tanggal 10-11 Mei, KPU DKI secara resmi akan menetapkan para calon dan 12-14 Mei dilanjutkan dengan pengundian nomor peserta pada surat suara.

Pada 24 Mei-7 Juli masa kampanye.

(ARN/EKI/NTA/SON/WIN)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: