Tak Ada Uang, Jangan Calonkan Diri

PESTA DEMOKRASI

Jakarta, Kompas – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Muladi menjelaskan, sebagian besar biaya kampanye dalam pemilihan umum mendatang, termasuk untuk menggalang massa saat ini, ditanggung masing-masing kader. Partai hanya akan membantu, tetapi dalam jumlah yang tidak besar. Partai Golkar berharap kader yang akan mencalonkan diri dalam pemilu untuk lebih mandiri.

”Jika kampanye, otomatis harus keluarkan uang masing-masing. Kalau tidak punya uang, ya, jangan berharap. Partai membantu, tetapi tidak banyak. Lebih pada kemandirian,” kata Muladi di Jakarta, Selasa (20/3).

Menurut Muladi, partai harus transparan, termasuk dalam hal keuangan. Sumbangan yang masuk baik dari donatur, kader, maupun bantuan lain harus dikelola secara transparan. Namun, tak boleh ada bantuan asing.

Menurut Muladi, pembiayaan Partai Golkar, termasuk untuk mendukung kegiatannya saat ini, berasal dari masyarakat, donatur baik kader maupun non-kader, serta bantuan pemerintah. Namun, bantuan pemerintah relatif sedikit. Bantuan itu terbatas sehingga bisa saja ada kader parpol yang melakukan korupsi. Untuk Pemilu 2014, Partai Golkar sudah memikirkan biayanya.

PPP andalkan sendiri

Di Jakarta, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali, Selasa, mengatakan, terkait Pemilu 2014, partainya telah mempersiapkan dana dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Dana itu hasil iuran anggota DPR dari PPP yang terpilih pada Pemilu 2009, ditambah sumbangan dari kader, konstituen, dan masyarakat.

”Dari anggota DPR, kami mewajibkan mereka sejak dilantik pada 2009 untuk menabung Rp 7,5 juta per bulan per orang. Tabungan itu oleh DPP PPP tidak dipergunakan untuk apa pun karena dipersiapkan untuk membiayai kampanye Pemilu 2014,” katanya.

PPP juga akan meminta kontribusi kepada calon anggota legislatif mendatang, tetapi besarannya belum ditentukan. PPP juga akan membuka sumbangan dari kader, konstituen, dan warga untuk membiayai kampanye pemilu melalui media massa.

”Kalau pengurus PPP pergi ke daerah, pembiayaannya oleh masing-masing orang,” ujarnya lagi. Dana yang disiapkan PPP untuk Pemilu 2014 lebih realistis.

Menurut Achmad Basarah, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), gotong royong antara kader, pengurus, dan simpatisan partai menjadi sumber utama pembiayaan partainya. Gotong royong terutama diambil dari sinergi tiga pilar partai, yaitu struktur, kader partai di legislatif, dan kader partai di eksekutif.

Basarah menuturkan, setiap anggota DPR dari PDI-P membayar wajib iuran Rp 10 juta tiap bulan. Iuran wajib DPRD provinsi dan kota/kabupaten di seluruh Indonesia bervariasi antara Rp 500.000 dan Rp 5 juta.

Akbar Faizal, Ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), menuturkan, iuran dari kader DPR menjadi salah satu sumber keuangan partai. Setiap bulan, anggota DPR dari Partai Hanura iuran sekitar Rp 8 juta ke partai. Pembiayaan lainnya berasal dari Ketua Umum Partai Hanura Wiranto. (ana/lok/nwo

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: