SURIAH Anisah Makhluf, Pemain di Balik Layar

Sejarah sering menuturkan tentang peran besar wanita di balik banyak pemimpin. Itu pula yang terjadi di Suriah, sejak keluarga Al-Assad berkuasa selama 43 tahun atau sejak tahun 1969. Hafez al-Assad berhasil meraih kekuasaan lewat kudeta militer pada tahun 1969.

Wanita itu tak lain adalah Anisah Makhluf (istri almarhum Presiden Hafez Assad). Dia adalah ibu dari Presiden Bashar al-Assad.

Seorang Brigadir Jenderal dari Dinas Intelijen Angkatan Udara yang membelot, Hussam Awak, berkata kepada televisi Alarabiya dan harian Asharq al-Awsat, Minggu (25/3). Dikatakan, peran Anisah Makhluf sangat besar dalam kekuasaan dan pengambilan keputusan politik.

Anisah lahir di desa Bustan dekat kota kecil Kardahah, tempat kelahiran almarhum Presiden Hafez Assad. Anisah berasal dari keluarga kaya dan dididik oleh paman karena bapaknya telah meninggal dunia.

Setelah Hafez Assad lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata, ia sering bertandang ke rumah teman dekatnya di desa Bustan. Di rumah temannya itulah Hafez mengenal Anisah dan langsung jatuh cinta. Ketika Hafez Assad melamar, paman Anisah menolak karena Hafez berasal dari keluarga miskin. Hafez Assad tidak putus asa. Ia meminta tolong seorang ulama dari mazhab Syiah Alawit untuk melobi si paman. Upaya Hafez Assad membuahkan hasil dan Assad dapat menikahi Anisah.

Anisah ternyata seorang wanita cerdik. Hafez selalu berkonsultasi dengan Anisah dalam banyak hal, termasuk urusan kenegaraan. Hafez dan istrinya pernah tinggal di Kairo pada masa persatuan Mesir-Suriah (1958-1961). Sekembali dari Kairo pada tahun 1962, Hafez melakukan kudeta, tetapi gagal dan ia mendekam di penjara.

Keluarga istrinya sangat marah kepada Hafez karena mencoba melakukan kudeta. Bahkan, paman Anisah meminta agar Anisah bercerai dari Hafez. Anisah menolak karena ia telah dikaruniai seorang putri bernama Busro.

Setelah keluar dari penjara, Hafez tidak jera. Pada 1969 ia kembali melakukan kudeta dan berhasil. Ketika Hafez menjabat presiden, Anisah memainkan peran di balik layar. Dia sering memberi pandangan kepada suaminya. Anisah ikut memberi analisis terhadap para pejabat di sekeliling Presiden Hafez, tentang siapa mereka yang setia, pencari muka saja, atau yang berbahaya.

Tak cerdik

Ketika putra-putrinya dewasa, Presiden Hafez mengidap penyakit kanker. Dimulailah wacana pewarisan kekuasaan ke salah satu putranya. Anisah adalah arsiteknya dan meminta Hafez mewariskan kekuasaan kepada salah satu putra mereka.

Keluarga saat itu sepakat kekuasaan diwariskan kepada Basel (putra kedua Hafez Assad). Basel diperkenalkan ke lembaga-lembaga negara, khususnya institusi militer. Namun, Basel tewas dalam kecelakaan lalu lintas di dekat bandara udara Damaskus pada tahun 1994.

Keluarga Al-Assad sangat terpukul dengan tewasnya Basel. Anisah sering menangis di depan foto besar Basel di istana.

Anisah kemudian mengusulkan agar Maher al-Assad (kini komandan pasukan elite divisi IV) mewarisi kekuasaan. Namun, Presiden Hafez cenderung memilih Bashar al-Assad, yang saat itu sedang mengambil spesialis kedokteran mata di London. Anisah akhirnya setuju Bashar al-Assad mewarisi kekuasaan.

Presiden Hafez Assad memanggil Bashar al-Assad agar segera pulang ke Damaskus untuk persiapan mewarisi kekuasaan. Mulai saat itu, Bashar al-Assad sering dikirim ke luar negeri untuk memperkenalkan diri kepada para pemimpin dunia Arab dan internasional.

Para pejabat tinggi Suriah di sekeliling Presiden Hafez sangat menyambut baik penunjukan Bashar al-Assad sebagai pengganti Hafez. Mereka tahu Bashar adalah figur lemah dan karena itu dia akan tergantung kepada pejabat di sekelilingnya dalam pengambilan keputusan.

Kelemahan Bashar tersebut kini menjadi kecemasan Anisah. Ini terkait dengan aksi unjuk rasa rakyat Suriah yang sudah berlangsung lebih dari setahun. Anisah melihat Bashar tidak secerdik dan tidak setegas Hafez.

(mth)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: