Francois Hollande Metamorfosis Sosialis, Titik Balik Eropa

AFP/THOMAS COEX

Pascal S Bin Saju

Francois Hollande, sosok yang selalu menyebut dirinya ”Mr Normal”, terpilih menjadi Presiden Perancis, menggantikan Nicolas Sarkozy, Minggu (6/5). Dia adalah metamorfosis kubu Sosialis, yang absen dari tampuk kekuasaan selama 17 tahun.

Pria berusia 57 tahun ini meraih kemenangan setelah melewati masa kampanye yang melelahkan, yang mencerminkan kepribadiannya yang tenang namun pasti. Ibarat seekor kura-kura dalam cerita anak-anak, dia berhasil menyalip kelinci hiperaktif di depannya dan akhirnya memenangi perlombaan.

Meski demikian, pria bernama lengkap Francois Gerard Georges Hollande ini lebih suka menyebut dirinya ”Mr Normal”. Sebutan baru selain julukan yang sudah lama melekat seperti ”Marshmallow Man”, pria polos yang lemah lembut, dan ”Tuan Kompromi”.

Hollande berjanji akan menjadi presiden yang ”normal”, untuk menandai perubahan dramatis, setelah lima tahun di bawah Sarkozy yang berkepribadian agresif. Sebagai ”Mr Normal”, dia seakan-akan mengejek Sarkozy, lawan politiknya itu.

Sarkozy pernah mematahkan klaim Hollande bahwa ”normalitas” takkan memadai untuk melakukan perubahan luas dalam ekonomi, politik, dan sosial di Perancis. ”Sekarang saatnya melakukan perubahan itu,” katanya, dalam pidato menandai kemenangannya atas Sarkozy.

Sejak hari Minggu, Hollande terus berteriak sampai suaranya parau. Dia berterima kasih kepada simpatisan atau pendukungnya yang telah mengantarnya ke kursi presiden. ”Pada 6 Mei, Perancis memilih perubahan dengan mengantar saya ke kursi presiden,” katanya di depan massa di kota kelahirannya, Tule, wilayah pedesaan Correze.

Lima tahun di bawah Sarkozy kerap membuat Perancis terbelah. Hollande pun berjanji akan menjadi presiden untuk semua orang, tidak hanya untuk mereka yang memilih dirinya. ”Hanya ada satu Perancis, satu bangsa yang bersatu di bawah tujuan yang sama,” ujarnya dalam pidatonya.

Ribuan orang bersuka ria, bersorak-sorai, menari dan bernyanyi di Place de la Bastille, plaza ikonik dari era Revolusi Perancis. Mereka merayakan kemenangan Hollande sambil melambaikan bendera Perancis, serikat pekerja, dan Uni Eropa.

Massa sayap kiri, Sosialis, merayakan kemenangan karena salah satu dari mereka berkuasa untuk pertama kali sejak sesepuh sosialis, Francois Mitterrand, menjadi presiden pada 1981-1995.

Berwajah ramah dengan suara lembut dan penampilan cerdas, Hollande membangun reputasi sebagai manajer dan pembangun konsensus ketimbang sebagai pemimpin yang visioner. Dia tidak pernah memegang jabatan tinggi di pemerintahan meski telah 30 tahun berkarier di jagat politik.

Hollande sudah lama absen dari panggung politik. Kawan-kawan lamanya menganggap dia tidak mempunyai tulang punggung politik. Dia memimpin Partai Sosialis selama 11 tahun, yang diwarnai perpecahan internal dan kekalahan berturut-turut dalam dua pemilihan presiden. Jabatan politik tertingginya adalah sekretaris eksekutif partai.

Kini dia terpilih sebagai presiden. Hollande, tokoh sayap kiri itu, berjanji akan mengurangi defisit anggaran dan menjaga model sosialisme ala Perancis. Memajukan generasi muda dan keadilan adalah dua prioritas utama tekadnya. Saatnya Hollande harus membuktikan kepada Perancis dan dunia bahwa dia memiliki bakat sebagai negarawan, bukan sekadar ”asal bukan Sarkozy”.

Hollande setidaknya ”menikmati” puncak perjalanan politiknya itu karena kelemahan Dominique Strauss-Kahn, tokoh sosialis Perancis yang terlibat skandal seks. Strauss-Khan, mantan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional, sejak awal pencalonan di internal partai, amat diperhitungkan bakal menang jika bertarung dengan calon petahana Sarkozy.

Keterpilihan Hollande juga menandai berakhirnya duet Perancis dan Jerman menghadapi krisis utang yang melanda zona euro. Sarkozy sebelumnya bahu-membahu dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, sehingga duet mereka dijuluki ”Merkozy”. Jerman juga menjadi negara pertama yang dikunjungi Holllande setelah pelantikannya pada 15 Mei ini.

Hollande sejak lama mengatakan, perjalanan pertamanya ke luar negeri adalah Berlin, Jerman. Dia berencana menantang fokus kebijakan Jerman, yang memaksakan penghematan anggaran, dan meminta elemen pertumbuhan ekonomi masuk dalam pakta anggaran Eropa.

Kelas menegah

Hollande lahir dari keluarga kelas menengah di Rouen, Perancis, 12 Agustus 1954. Ibunya, Nicole Frédérique Marguerite Tribert, adalah pekerja sosial. Ayahnya, Georges Gustave Hollande, dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan. Ayahnya pernah menjadi politisi ekstrem kanan di partai politik lokal, tulis The Guardian.

Nama belakangnya, ”Hollande”, diyakini diambil dari nama nenek moyangnya, kaum Calvinis, yang melarikan diri dari ”Holland” atau Belanda pada abad ke-16. Keluarganya lalu memberinya nama berdasarkan nama negara asal (Holland). Meski demikian, kata The Guardian, Hollande dibesarkan secara Katolik.

Karier politik Hollande dimulai ketika dia masih mahasiswa pada tahun 1974. Ketika itu, dia menjadi relawan dalam kampanye calon presiden Mitterrand yang gagal terpilih. Lima tahun kemudian, Hollande bergabung dengan Partai Sosialis.

Setelah bergabung dengan partai tersebut, Hollande segera ditemukan dengan Jacques Attali, penasihat senior Mitterrand. Attali kemudian mengarahkan Hollande maju dalam pemilihan Majelis Nasional Perancis tahun 1981 di Correze melawan ketua juru kampanye Partai Republik, Jacques Chirac, yang kemudian menjadi Presiden Perancis.

Kini, ayah empat anak dari hasil perkawinannya dengan Segolene Royal telah menjadi orang nomor satu di Perancis. Di balik kemenangannya, tidak terlepas campur tangan kekasih barunya, Valerie Trierweiler, wartawati politik senior pada Paris Match, yang menjadi pasangannya sejak tahun 2007.

Pers Eropa dan belahan dunia lainnya, Senin (7/5), menyebutkan, kemenangan Hollande sebagai titik balik bagi Eropa sambil memperingatkan ada tantangan besar ke dep

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: