Paksakan ARB, Golkar perpanjang kegagalan raih RI 1

 

Eidi Krina Jason Sembiring

Kamis,  18 Juli 2013  −  08:33 WIB

 

Paksakan ARB, Golkar perpanjang kegagalan raih RI 1
Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Dok Okezone)

Sindonews.com – Jika elektabilitas Ical tak kunjung membaik maka pencalonannya dianggap hanya akan menjadi beban bagi Partai Golkar.

Golkar pun disarankan agar segera mempersiapkan figur lain dari internal yang elektabilitasnya lebih baik sebelum mendekati Pemilu 2014.

“Ya seharusnya begitu, elektabilitas partai seimbang dengan elektabilitas capresnya. Sehingga ada simbiosis mutualisme antara Golkar dan capresnya,” ujar Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, A Bakir Ihsan ketika dihubungi Sindonews, Kamis (18/7/2013).

Lantas apa yang terjadi jika Golkar tetap ngotot mencalonkan Ical sebagai presiden? Bakir menilai, hanya akan menambah daftar panjang kegagalan Golkar menduduki pemerintahan.

“Prinsipnya siapa menabur angin akan menuai badai. Bila elektabilitas ARB enggak prospektif dan tetap dipaksakan untuk capres, Golkar akan memperpanjang kegagalannya meraih RI 1 di era reformasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, LSN menyebutkan Partai Golkar berpotensi menang karena gencarnya iklan layanan Partai Golkar di media cukup mempengaruhi tingkat elektabilitas partai.

“Karena Golkar salah satu partai yang terlihat peduli terhadap kepentingan-kepentingan rakyat dengan cara melakukan pencitraan di media yang cukup maksimal, melalui iklan kerakyatan ARB (Aburizal Bakrie),” kata Peneliti LSN Dipa Pradipta di Hotel Grand Menteng, Jakarta, Selasa 16 Juli 2013.

Hasil penelitian LSN menyebutkan, strategi Partai Golkar yang telah melakukan iklan layanan politik di media cukup melambungkan tingkat kepercayaan publik terhadap penawaran program partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Iklan yang dilihatkan di televisi yang paling utama itu yang meningkatkan elektabilitas Golkar di mata publik. Karena masyarakat kita kebanyakan mendapat informasi melalui media televisi,” ujarnya.

Berikut prediksi LSN tentang perolehan parpol jika pemilu dilaksanakan saat sekarang. Untuk lima besar, Golkar menempati peringkat pertama dengan raihan poin sebesar 19,7 persen, disusul PDIP sebesar 18,3 persen, di urutan ketiga Gerindra memperoleh 13,9 persen, Hanura di urutan keempat dengan perolehan 6,9 persen, dan Partai Demokrat turun di urutan kelima sebesar 6,1 persen.

Selanjutnya, diisi oleh PKB (4,8 persen), NasDem (4,6 persen), PPP (4,3 persen), PAN (3,8 persen), PKS (3,8 persen) dan PBB (1,4 persen). Dari 10 besar partai tersebut, sebesar 11,9 persen publik mengaku tidak memilih (Undecided).

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: